About the Project
         -Study Sites
         -Methodology
         -Out-puts


Recent & Upcoming Project Activities
Publications, Minutes & Reports
Links & Contacts
Project Home

 

 

RINGKASAN PROYEK

Latar Belakang

Konsep awal untuk proyek telah diusulkan pada Konferensi Internasional Pembangunan Pertanian Lahan Kering di Indonesia Timur yang berlangsung di Kupang tahun 1995 (lihat Hill, 1995). Komponen penelitian telah dikembangkan pada lokakarya yang berlangsung di Darwin tahun 1999, yang secara prinsip didanai oleh ACIAR (lihat Russel-Smith dkk, 2000). Selanjutnya pengembangan proyek terjadi pada suatu lokakarya yang berlangsung di Kupang pada bulan Juni 2000, dan melalui disukusi-diskusi dengan Pusat untuk Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR).

Proyek ini memfokuskan pada beberapa isu:

  1. Api merupakan alat yang digunakan secara luas dalam konteks pemanfaatan lahan pertanian, penggembalaan ternak dan kehutanan di Indonesia, namun dampak-dampak praktek hingga kini masih tidak jelas dan terbatas didokumentasikan.
  2. Ada kebutuhan untuk mengembangkan praktek pengelolaan api yang dapat dipakai secara berlanjut dan ekonomis dalam pemeliharaan fungsi ekosistem dan pengembangan mata pencaharian, dengan dampak negatif yang minimal seperti penggundulan hutan, invasi gulma, penipisan bahan organik dan unsur hara, erosi tanah, degradasi permukaan air, polusi asap dan gas berbahaya dan masalah-masalah perbatasan yang terkait antar negara-negara tetangga dan akhirnya kehilangan produktivitas yang parmanen.
  3. Kebijakan-kebijakan relevan dan hasil-hasil kebijakan, komunikasi dan produk pendidikan dapat dikembangkan untuk memfasilitasi dan memungkinkan menggunakan api secara bijaksana dalam pengelolaan lahan dan hutan yang berkelanjutan.

Tujuan

Tujuan utama yang diusulkan proyek adalah:

  1. Menentukan pola kebakaran saat ini dan masa lalu pada tempat-tempat yang ditentukan secara strategis di Indonesia Barat (Sumatera Selatan dan kalimantan Timur), Indonesia Timur (Sumba dan Flores) dan Australia Utara.
  2. Meninjau kerangka kebijakan nasional dan regional mengenai isu-isu utama pengelolaan kebakaran dan dampak dari kebijakan ini pada masa lalu dan sekarang
  3. Menentukan dampak positif dan negatif dari strategi-strategi pengelolaan kebakaran musiman, terutama pada hutan.
  4. Menentukan strategi pengelolaan kebakaran yang tepat (yang mendukung pilihan mata pencaharian) untuk tujuan pemanfaatan lahan yang berbeda melalui metode perencanaan partisipatif.
  5. Meningkatkan kapasitas pengelolaan tanah dan hutan pada yang berkepentingan melalui transfer tehnologi, pelatihan dan pendidikan.

Kegiatan/Metodologi

1. Pola Kebakaran:

  • Penilaian pola kebakaran regional pada hamparan lahan dan penggunaan pencitraan jarak jauh serta tehnologi GIS
  • Pemetaan kebakaran terbaru (titik-titik api, bekas-bekas) dari pencitraan satelit pada tempat-tempat yang dipilih di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sumba Timur, Flores dan Australia Utara.
  • Pemetaan pemanfaatan lahan terbaru dan perubahannya berdasarkan waktu dan ruang.
  • Pemetaan pola kebakaran berdasarkan waktu dan ruang pada tipe pemanfaatan lahan yang berbeda

2. Tinjauan Kebijakan Kebakaran:

  • Tinjauan kerangka ketetapan dan kebijakan, implementasi dan dampak-dampak praktis kebijakan kebakaran terhadap pengelolaan pemanfaatan lahan di Australia dan Indonesia


3. Dampak Strategi Pengelolaan Kebakaran:

Lokasi penelitian terapan akan dikembangkan untuk menilai dampak-dampak kebakaran (masa lalu, sekarang dan potensinya) terhadap pemanfaatan lahan produksi utama dan pola pemanfaatan lahan (pertanian, kehutanan dan penggembalaan ternak). Di Indonesia Timur terdapat dua lokasi dekat Waingapu untuk pulau Sumba dan dua lokasi dekat Bajawa untuk Pulau Flores (lihat pada bagian Lokasi Penelitian di Indonesia Timur).

  • Di lokasi penelitian akan digambarkan tentang kondisi biofisik dan sosial ekonomi serta praktek pengelolaan kebakaran yang ada dan masa lalu dengan menggunakan tehnik Pendekatan Pengkajian Pedesaan Partisipatif (PRA).
  • Alternatif praktek pengelolaan kebakaran akan dinilai untuk sasaran pemanfaatan lahan yang berbeda dalam hal perbaikan ekonomi, pemeliharaan sumberdaya alami dan penurunan kemiskinan.


4. Strategi Pengelolaan Kebakaran yang Tepat

  • Strategi pengelolaan kebakaran akan ditinjau untuk sasaran pemanfaatan lahan yang berbeda dan rekomendasi akan dikembangkan bersama masyarakat, pemilik swasta dan pemerintah. Tinjauan akan mencakup faktor sosial budaya, ekonomi dan biofisik.
  • Suatu laporan perkembangan (posisi) akan menyajikan tinjauan kebijakan ini dan juga mencakup pilihan-pilihan strategi dan kemungkinan kebijakan untuk mengembangkan praktek pengelolaan hutan dan lahan


5. Transfer Tehnologi, Pelatihan dan Pendidikan

  • Pelatihan setempat (lapangan) bagi petugas penyuluh pemerintah dan pengelola lahan.
  • Pelatihan tim proyek di Indonesia Timur selama periode pelaksanaan proyek dan melalui pelatihan di NTU, STIE Kriswina dan CIFOR.
  • Pendidikan kesarjanaan dalam penerapan ekologi kebakaran dan atau GIS/penilaian jarak jauh yang diperlukan.
  • Seminar lapangan pada pertengahan dan akhir proyek bagi pembuat kebijakan.

Lokasi Penelitian di Indonesia Timur

Fokus utama kegiatan proyek terdapat 4 lokasi penelitian di Indonesia Timur. Dua tempat di Sumba pada bagian selatan Waingapu yaitu di Kiritana dan Luku Wingir serta dua tempat di Flores, dekat Bajawa yaitu di Doromeli dan Dheresa.
[insert deskripsi lokasi dan hubungkan pada pameran foto]

Hasil-hasil

Hasil yang ada dan diharapkan pada bagian di bawah ini. Tambahan dokumen dilengkapi setelah tersedia.

1. Pola Kebakaran

  • Peta kebakaran terbaru dan peta pemanfaatan lahan pada tempat yang dipilih di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sumba Timur, Flores dan Australia Utara. [klik di sini untuk melihat sejarah kebakaran Kalamburu di bagian utara timur laut Australia dan sebaran kebakaran di Australia beberapa tahun terakhir]
  • Peta perubahan ruang dan waktu dalam pola kebakaran pada tipe-tipe pemanfaatan lahan. [klik di sini untuk frekuensi kebakaran pada studi kasus yang mencakup bentangan pemanfaatan lahan di Australia Utara]

2. Tinjauan Kebijakan Kebakaran:

  • Tinjauan kerangka ketetapan dan kebijakan, implementasi dan dampak-dampak praktis kebijakan kebakaran terhadap pengelolaan pemanfaatan lahan di Australia utara dan Indonesia.

3. Tinjauan Kebijakan Kebakaran:

  • Analisa kondisi sosial ekonomi dan biofisik dan praktek pengelolaan kebakaran masa lalu dan sekarang pada lokasi penelitian dengan teknik PRA

4. Strategi Pengelolaan Kebakaran yang Tepat

  • Laporan posisi peninjauan strategi pengelolaan kebakaran yang tepat untuk sasaran pemanfaatan lahan berbeda dan rekomendasi-rekomendasi untuk masyarakat, pemilik swasta dan pemerintah.

5. Transfer Tehnologi, Pelatihan dan Pendidikan

  • Peningkatan kesadaran pilihan-pilihan pengelolaan kebakaran dan dampaknya pada anggota masyarakat lokal dan petugas pemerintah.
  • Peningkatan kapasitas kelembagaan untuk pengelolaan kebakaran dalam rangka peningkatan produktivitas lahan di Indonesia Timur.

Peranan Mitra-mitra Utama

Mitra Australia akan menyediakan layanan penelitian, teknis dan pendidikan yang diperlukan melalui pertukaran staf proyek dan pendampingan pada keseluruhan pengelolaan dan koordinasi proyek. Mitra kunci Australia terdiri dari Northern Territory University (NTU) dan Tropical Tropical Savannas Management Cooperative Research Centre (CRC) (dan lembaga mitra terkait terutama Bushfires Council of the Northern Territory, BFCNT).

Mitra kunci di Indonesia mencakup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) NTT yang akan mengambil keseluruhan tanggungjawab untuk pengkoordinasian program Indonesia Timur; Menteri Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup; universitas regional dan Konsorsium Pengembangan Masyarakat Nusa Tenggara.

Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) sebagai mitra IARC akan berkolaborasi dengan mitra-mitra NTT melakukan penelitian terutama terhadap dampak-dampak biofisik, sosial dan ekonomi dari kebakaran di Indonesia Barat dan lokasi-lokasi di Indonesia Timur. Juga akan tercakup pelatihan dalam pengkombinasian pemetaan partisipatif dengan GIS/penilaian jarak jauh melalui suatu GIS yang dikembangkan dalam hubungan dengan mitra-mitra di Indonesia Timur, suatu metodologi dikembangkan dengan tujuan penentuan penyebab utama kebakaran di indonesia Barat (Applegate dkk, 2001; Tacconi dkk, 2001).

Proyek telah diterima dan didukung penuh Gubernur NTT, Menteri Pertanian Indonesia, Northern Territory University dan Direktur Utama CIFOR.

Kegiatan-kegiatan Proyek – Terakhir

Pertemuan awal proyek telah dilaksanakan di Waingapu, Sumba tanggal 17-20 Maret 2003. Pertemuan dihadiri oleh mitra-mitra utama proyek antara lain NTU di Darwin; STIE Kriswina di Waingapu, Sumba; BAPPEDA NTT; CIFOR, Bogor; di samping para penasihat dari universitas lain di Indonesia dan lembaga-lembaga pemerintah. Daftar peserta dan notulen pertemuan terlampir.

Ringkasan Pertemuan Awal

Pertemuan dibuka dengan dukungan-dukungan terhadap tujuan proyek dan jandi dukungan dari yang mewakili BAPPEDA NTT dan Bupati Sumba Timur.
Pimpinan Proyek Australia, Prof. Greg Hill dari NTU dan Jeremy Russel-Smith dari Bushfires Council di NT mempresentasikan latar belakang, tujuan dan hasil yang diharapkan proyek. Pemantauan kebakaran di Indonesia Timur dengan penggunaan citra satelit akan menjadi bagian utama dari proyek. Rohan Fisher sebagai tenaga GIS di NTU mempresentasikan studi kasus dari Australia Utara untuk mengilustrasikan bagaimana citra satelit telah digunakan dalam pemetaan kebakaran (mencakup sebaran, musim dan frekuensi kebakaran). Rohan juga mempresentasikan citra satelit di Sumba dan mendiskusikan penerapan tehnologi di Indonesia Timur.

Tim proyek Indonesia Timur yang diketuai oleh Siliwoloe Djoeroemana dari STIE Wira Wacana, Sumba akan menilai dampak-dampak kebakaran terhadap kondisi biofisik, sosial dan ekonomi termasuk erosi dan produktivitas usaha tani. Survei akan dilakukan pada lokasi dekat Waingapu di Sumba dan dekat Bajawa di Flores. Kebijakan pengelolaan kebakaran akan dibandingkan antar tempat dan rekomendasi-rekomendasi akan dibuat untuk pengembangan kebijakan. Lokasi penelitian akan dipakai untuk mendemonstrasikan alternatif praktek pembakaran seperti pada awal musim kering untuk menurunkan sebaran api dan pada akhir musim.

Mitra CIFOR – melakukan pengkajian dampak kebakaran di Indonesia Barat dan dalam pekerjaan ini akan melengkapi pekerjaan proyek di Indonesia Timur. Pada pertemuan di Waingapu, anggota dari Tim CIFOR mempresentasikan informasi tentang dampak kebakaran di Sumatera Selatan serta pengembangan kebijakan dan keterkaitannya dengan tantangan interaksi antara penelitian dan pengembangan kebijakan, insentif untuk adopsi dan ise kepemilikan terhadap sumberdaya hutan.

Pertemuan mencakup kunjungan lapangan ke lokasi bagian selatan Waingapu. Hamparan dan pemanfaatan lahan diamati serta mendiskusikan aspek sosial dan ekonomi dengan masyarakat desa. Citra satelit dan peta-peta wilayah dicek dengan GPS (global positioningsystem) dan verifikasi lapangan dimulai.

PESERTA PERTEMUAN

Nama

Peranan dalam Proyek

Alamat

Telepon

Faks/Email

Esthon Foemnay

Koordinator untuk NTT

BAPPEDA NTT; Jl. Polisi Militer No. 2, Kupang

(0380) 832868/839177

 

Umbu Tamu Kalaway

Kebijakan

BAPPEDA Sumba Timur

(0387)

 

Petrus Kesu

Kebijakan

BAPPEDA Ngada; Jl. Ade Irma Suryani, Bajawa, Ngada

(0384) 21035

(0384) 21035

Haryono Semangun

Peneliti

Universitas Kristen Satya Wacana (Kantor); Jl. Gandok Baru cc 17/40, Yogyakarta (rumah)

(0298) 321212

(0274) 562930

 

Daniel Kameo

Peneliti

Program Pasca Sarjana, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga 50711

(0298) 321212

(0298) 323244

dkameo@uksw.edu

Johanis Ngongo

Peneliti

BPTP, Kompleks BPTP NTT No. C-21, Jl. Tim-Tim Km.32, Naibonat - Kupang

(0380) 833766

081 23795829

joningongo@ilovejesus.net

bptpnaibonat@yahoo.com

Petrus Pandanga

Proyek Officer Sumba Timur

Jl. Suharto, PO Box 7, Waingapu

(0387) 62589

 

Paulina Hada Inda

Asisten Proyek Officer Sumba Timur

Jl. Suharto, PO Box 7, Waingapu

(0387) 62589

 

John Umbu Nggaba

Asisten Proyek Officer Sumba Timur

Jl. Suharto, PO Box 7, Waingapu

(0387) 62589

 

Agus Rawambaku

Tenaga GIS, Sumba Timur

Jl. Suharto, PO Box 7, Waingapu

(0387) 62589

agusreyner@yahoo.com

Josef Maan

Proyek Officer Ngada

BAPPEDA Ngada, Jl. Ade Irma Suryani, Bajawa, Ngada

(0384) 21035

(0384) 21035

Samuel Awang

Asisten Proyek Officer Ngada

BAPPEDA Ngada, Jl. Ade Irma Suryani, Bajawa, Ngada

(0384) 21035

(0384) 21035

Fransisca Rengo

Asisten Proyek Officer Ngada

BAPPEDA Ngada, Jl. Ade Irma Suryani, Bajawa, Ngada

(0384) 21035

(0384) 21035

Wilfrida Erlinda Bobanuba

Tenaga GIS, Ngada

BAPPEDA Ngada, Jl. Ade Irma Suryani, Bajawa, Ngada

(0384) 21035

(0384) 21035

wilfrid_ck@yahoo.com

Siliwoloe Djoeroemana

Pimpinan Proyek NTT

Jl. Suharto, PO Box 7, Waingapu

(0387) 62589 (kantor)

(0387) 61280 (rumah)

language@indo.net.id

Victor Soleman Lulu

Asisten Pimpinan Proyek NTT

Jl. Suharto, PO Box 7, Waingapu

(0387) 62589

 

Greg Hill

Pimpinan Umum Proyek

NTU Darwin 0909, NT, Australia

61 8 89466550

greg.hill@ntu.edu.au

Jeremy Russel-Smith

Peneliti

Bushfires Council NT, PO Box 37346 Winnellie NT 0821 Australia

61 8 89220830

Jeremy.russel-smith@nt.gov.au

Bronwyn Myers

Peneliti

NTU Darwin 0909, NT, Australia

61 8 89466726

Bronwyn.myers@ntu.edu.au

Rohan Fisher

Tenaga GIS Darwin

P.O. Box 828, Nightcliff NT 0814, Australia

61 8 89856143

cycadmedia@bigpond.com

Unna Chokkalingam

Peneliti Ekologi CIFOR

Jl. CIFOR, Situ Gede, Sindang Barang, Bogor 16680, Indonesia

(0251) 622622

u.chokkalingam@cgiar.org

Tony Djogo

Peneliti Kebijakan CIFOR

Jl. CIFOR, Situ Gede, Sindang Barang, Bogor 16680, Indonesia

(0251) 622622

t.djogo@cgiar.org



ACIAR Project Number: FST/2000/001


 
Authorised by: Project Team | Last Updated: March, 2003
Copyright and Disclaimer notice | © Northern Territory University 2002 | CRICOS Provider No: 00300K